Mengapa Dilahirkan bersama Ketidakberuntungan?

“Jika memang hidup ada dua bagian, yaitu orang-orang yang beruntung dan tidak beruntung. Mengapa aku dilahirkan di posisi yang kurang beruntung?”

Terkadang beberapa orang akan berpikir demikian, termasuk penulis pribadi. Melihat sahabat baik, teman, dan bahkan orang yang kita tidak suka, mengapa hidup mereka tanpa beban? Mengapa hidup mereka tanpa cobaan? Mengapa?

Sebenarnya titik terberat yang menyebabkan pertanyaan ini muncul adalah rasa tidak bersyukur. Namun jika berpatokan hanya pada itu saja, rasanya tidak puas. Jadi, mari menggunakan realita.

Continue reading “Mengapa Dilahirkan bersama Ketidakberuntungan?”

Advertisements

Sudah, Mencontek Sajalah!

Barusan saja, ada salah seorang teman posting display picture BBM yang bunyinya begini “Tanpa Sadar, Pendidikan yang Membesarkan Kita Adalah Pendidikan yang Memacu Kreatifitas Untuk Berbohong!”

Ya! Tulisan ini saya dedikasikan untuk orang tua yang selalu menginginkan anaknya dapat nilai A+. Lalu kepada seluruh guru Indonesia yang “hanya” menghargai murid dari nilai yang didapat. Lanjut kepada para pejabat pembuat kebijakan pendidikan yang “seolah lupa” pentingnya nilai kejujuran karena mengejar yang namanya target nilai akademik. Dan terakhir, kepada seluruh murid Indonesia yang merasakan serba salah karena dilema akan pilihan “mencontek salah, tidak mencontek kalah.” Ya, kalau mereka semua baca tulisan di blog kecil ini sih.

Susah memang menjadi murid yang baik dan jujur di seluruh penjuru Indonesia ini. Namun lebih susah lagi jika tidak menjadi murid. Agar tidak egois, mari dengarkan cerita dari orang-orang di bawah ini. Continue reading “Sudah, Mencontek Sajalah!”

Tidak!! Pacar Saya kok Berkerudung sih…

“Kak, sekarang aku kalau keluar nggak pakai kerudung, rasanya malu” Begitulah bunyi BBM Isti tadi sore.

Tulisan kali ini murni opini pribadi. Karena ini website saya maka penanggung jawab tulisan ini sepenuhnya milik saya. Jika tidak setuju lontarkan di kolom komentar. Dengan senang hati saya akan menjawabnya. Mengapa? Karena tulisan ini mungkin dipandang aneh oleh banyak orang, dan bahkan mungkin dipandang omong kosong belaka. But, let it’s flow.. Toh semua bebas mau berkomentar apa.

Ketika pacar saya kirim BBM di atas. Ada dua hal yang saling bertarung dalam diri ini.
Continue reading “Tidak!! Pacar Saya kok Berkerudung sih…”

Semangat Penempatan!

Post saya hari ini terinspirasi dari aksi gila saya tadi pagi di aula KPP Pratama Bojonegoro. Mengapa aksi gila? Ya karena saya hampir menjadi gila karena menahan rasa gerogi untuk tampil di depan seluruh pegawai kantor dan teman-teman se-angkatan.

Tadi pagi ada morning activity yang rutin dilakukan di KPP Pratama Bojonegoro. Kebetulan saatnya kelompok kami tampil. Sepakat, kelompok kami menyampaikan materi mengenai masalah penempatan. Nah, di ambilah saya selaku sampel, karena dulu lokasi pendidikan saya dalam tahap awal perjuangan memasuki Kementerian Keuangan adalah di Balai Diklat Keuangan Manado. Continue reading “Semangat Penempatan!”

Manusia tanpa Syukur

Mari saya ceritakan bagaimana nikmatnya jalan pagi di hari minggu… Namun sebelumnya, izinkan saya menyampaikan sajak yang saya buat dengan mengalir.

Siapalah aku?
Berjalan menatap dengan penuh rindu
Namun ada suatu hal yang terlupa di benakku
Bahwa aku tak pernah mensyukuri nikmat dari-Mu

Siapalah aku?
Tanpa sadar aku mengamati sekelilingku
Burung-burung bersemangat dan berkicau merdu untuk-Mu
Pepohonan hijau menunduk dan taqwa ke pada-Mu
Sungai mengalir deras penuh senandu ciptaan-Mu
Manusia berlalu lalang, mengharap sebuah ridho dari-Mu
Apakah aku lupa?
Continue reading “Manusia tanpa Syukur”

Ironi Pemuda-pemudi Indonesia

Pada saat saya menulis artikel ini, saya sedang menanti link asli yang akan dikirimkan oleh mas Ispon Yurano. Beberapa saat dia mengirimkan sebuah tulisan berbahasa Inggris yang mudah dipahami dan sangat menampar saya selaku rakyat Indonesia. Mengapa? Berikut saya ulas dengan saya utarakan pula pemikiran-pemikiran pribadi. Link asli akan saya berikan ketika mas Ispon sudah sukses mengirimnya. Tulisan di bawah adalah tulisan pribadi saya.

Kita semua memimpikan Indonesia menjadi maju? Mimpi itu hanya akan sekedar menjadi mimpi jika kita, rakyat Indonesia masih harus “mengembangkan” mentalnya.

Awalnya begini. Siapa sih yang tidak lelah dengan pemerintahan kita yang semerawut. Pemberitaan media yang massif akan berita buruk negeri ini. Politik yang saling serang dan para elit yang senantiasa haus kekuasaan. Muak rasanya bukan? Namun, kita semua lupa, mereka semua akan mati sendiri pada akhirnya. Iya, mati. Mereka yang tetap berintegritas akan mati meninggalkan medali pahlawannya, dan mereka yang munafik akan mati meninggalnya busuknya kenangan. Continue reading “Ironi Pemuda-pemudi Indonesia”

Pekerjaan Kami yang Dilematis

Siapalah kami? Yang selalu membantu Ibu untuk atas intruksi Bapak untuk lingkungan tercinta.

Sejarah awalnya begini, pada mulanya Bapak melakukan kesepakatan untuk kebaikan bersama dengan Bos-Bos untuk penghidupan segenap lingkungan yang Kami, Bapak, Ibu dan para Bos semua tempati. Kesepakatan yang didapat adalah Bos-Bos berkewajiban untuk berkonstrIbusi wajib kepada Bapak untuk kebaikan lingkungan. Berapa besarannya? Untuk ini, para Bos diberikan kewenangan menghitung sendiri besaran iuran wajib yang akan disetor dengan rumusan yang telah disepakati bersama. Menghitung sendiri, karena Bapak tidak pernah melakukan perhitungan. Kecuali jika Bos melakukan penyelewangan sedemikian rupa agar iuran wajib diberikan sesedikit mungkin atau bahkan mendekati nol dan menjadi nol.

Sebagai informasi, Bapak Kami adalah pemilik lingkungan, lingkungan yang kita semua dan para Bos tempati. Sementara Ibu Kami adalah pengurus lingkungan. Para Bos? Bos-Bos menempati lingkungan ini dan diwajibkan memberikan iuran untuk perbaikan, perawatan, dan pembangunan lingkungan guna kebaikan bersama. Tentu nominal iuran disesuaikan dengan kemampuan para Bos tersebut dan sekali lagi, dihitung sendiri dengan asas kejujuran. Bapak tidak pernah memaksa.

Continue reading “Pekerjaan Kami yang Dilematis”