Semangat Penempatan!

Post saya hari ini terinspirasi dari aksi gila saya tadi pagi di aula KPP Pratama Bojonegoro. Mengapa aksi gila? Ya karena saya hampir menjadi gila karena menahan rasa gerogi untuk tampil di depan seluruh pegawai kantor dan teman-teman se-angkatan.

Tadi pagi ada morning activity yang rutin dilakukan di KPP Pratama Bojonegoro. Kebetulan saatnya kelompok kami tampil. Sepakat, kelompok kami menyampaikan materi mengenai masalah penempatan. Nah, di ambilah saya selaku sampel, karena dulu lokasi pendidikan saya dalam tahap awal perjuangan memasuki Kementerian Keuangan adalah di Balai Diklat Keuangan Manado.

Okelah, sambil nostalgia saja…

“Bagaimana perasaan saya ketika pengumuman STAN dan ditempatkan di lokasi pendidikan Manado. Apa reaksi orang tua?

Sebagai manusia biasa, tentu merasa sedih kenapa harus ditempatkan nun jauh di mata. Bahkan tidak terpikirkan sedikitpun mana dan apa itu Manado. Ya mungkin waktu zaman pelajaran Geografi dulu sih pernah dengar dengan kota Manado. Lalu bagaimana saya mengatasinya? Padahal saya sendiri tipikal orang yang tidak pernah pergi jauh dari rumah?

Jawabannya, spread your positifness

Apa itu? Menebarkan rasa positif itu penting. Karena rasa positif yang ada dalam diri akan memancar keluar melalu rona dari dalam diri. Hal ini berdampak langsung pada sekililing. Simpelnya, jangan galau di depan umum. Apalagi di depan orang tua. Jangan! Mengapa? Sekali kita menunjukkan rasa galau kita, atau bahkan sedikit ragu, maka hilang sudah aura positif dalam diri kita. Apa yang terjadi? Orang tua bakal ragu untuk melepaskan kita. Maka jika ini terjadi, saya tidak akan pernah duduk sekarang di KPP Pratama Bojonegoro. Bukan begitu? Jujur sekali saya takut. Namun, rasa galau dan takut yang saya alami tak pernah saya tunjukkan di depan orang-orang yang menurut saya bakalan memberikan support dan uang bekal. Selanjutnya, reaksi orang tua bakalan fine-fine saja. Percaya pada anaknya pasti bisa!

“Bagaimana kesan pertama, positif dan negatifnya selama pendidikan di Manado?”

Ketakutan hanyalah sebatas ketakutan. Kesedihan hanyalah sebatas kesedihan. Semua selalu datang pada diri sendiri dan dapat dipastikan, semua kembali pada diri sendiri. Mengapa?

Pada awalnya saya khawatir sekali untuk berangkat ke Manado. Bagaimana dengan orang-orangnya? Bagaimana saya bisa hidup tanpa orang tua? Bagaimana dan bagaimana. Tetapi ketakutan itu hanyalah sebatas ketakutan. Sesampainya di sana, semua baik-baik saja. Masyarakatnya juga tidak kalah guyub. Budayanya juga tidak kalah sopan. Bahkan kehidupannya juga tidak kalah asyik. Asal, kembali lagi. Positif! Sekali kita tidak bisa menikmati dan terpaku kebelakang, dalam hal ini kampung halaman, maka kemungkinan terkubur dalam keadaan homesick makin besar. Intinya sih, lupakan mereka yang dirumah sejenak. Mari berjuang dan enjoy dalam keadaan apapun. It is easy, isn’t it?

Hal positif yang saya dapat adalah, rasa cinta yang timbul pada kampung halaman, tanah air, dan pacar yang selama ini susah untuk ditumbuhkan dan so on so on so on… Tidak bakal habis jika berbicara apa positifnya. Mulai dari pengalaman, pelajaran, hiburan, cobaan, dan perpisahan semua memiliki hal positif untuk dipelajari. Dengan merantau, saya mampu berpikir lebih jauh dan kadang kejauhan hingga khawatir duluan. Sementara hal negatifnya hanya satu. Satuhal yang mampu mengalahkan semua hal positif yang sudah dibangun sejak awal. Yaitu berita duka.

“Sebelumnya, apa pesan kepada teman-teman yang akan merantau?”

Pesannya sih tetap semangat aja. Sekarang bagi teman-teman calon STAN-ers yang dipastikan akan merantau nih, sudah siap tetap semangat belum?

Sebagai calon petugas pajak atau fiskus. Kita haruslah tetap semangat. Jika seluruh rakyat Indonesia saja diwajibkan berkontribusi wajib akan pembangunan bangsa melalui pajak dan harus taat serta patuh. Sementara taat dan patuh adalah sebuah pengorbanan. Maka apa pengorbanan kita sebagai seorang fiskus? Tentu saja salah satunya adalah semangat melayani dimanapun dan kapanpun. Itulah yang kita berikan kepada negara. Barulah kita berhak meminta gaji.

Sudah lah ya. Kepada teman-teman yang akan daftar di STAN, siap-siap menyebar di 13 lokasi pendidikan seluruh Indonesia. Yaitu, Jakarta-Bintaro, Jakarta-Rawamangun, BDK Medan, BDK Pekanbaru, BDK Palembang, BDK Cimahi, BDK Yogya, BDK Malang, BDK Balikpapan, BDK Pontianak, BDK Makassar, BDK Manado, dan BDK Denpasar. Kepada teman-teman yang akan penempatan, mari siapkan diri penempatan seluruh Indonesia. Terutama kepada seluruh teman-teman instasi Direktorat Jenderal Pajak.

Ryan Wijaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s