Kegilaan, dan segala Kenangan yang Dihasilkan

Sesekali, bertingkah gila itu sangat amat diperlukan. Dengan gelak tawa yang dihasilkan dan kenangan yang menohok pikiran, menjadi gila bisa menjadikan kita layaknya manusia seutuhnya.
Baru beberapa saat saya membuka album foto kenangan selama melaksanakan pendidikan di Manado bersama teman-teman terhebat yang pernah saya temui. Hebat? Hebat apanya? Dari album foto yang saya lihat-lihat, banyak dari foto tersebut menunjukkan betapa gila nya mereka, – atau saya juga sih. Namun foto tersebut berhasil membuat saya menahan nafas, betapa rindu nya saya suasana yang ada di dalam foto tersebut. Di bandingkan dengan foto pose normal lainnya, foto gila menjadi jauh lebih hidup dan bermakna.

Terlepas dari kenangan foto gila. Terkadang menjadi gila di saat muda itu sangat amat diperlukan. Karena ketika kita dewasa dan menjadi orang tua, semua itu akan sirna. Kesirnaan tanpa adanya kenangan hanyalah akan menjadi penyesalan terpahit. Karena obat terbaik dari kehilangan adalah kenangan manis yang sukses membuat air mata hampir atau bahkan berjatuhan. Kenangan terbaik yang sangat berkesan tentu saja yang memiliki cerita. Itulah mengapa untuk membuat sebuah kenangan menjadi hidup, diperlukan tingkah dari suatu makhluk hidup di dalamnya. Jangan hanya benda mati yang tidak bertingkah dan berperasaan.

Kegilaan yang menghasilkan tawa akan membuat semua nampak berbeda. Ah, sudah berapa kali aku mengulangi ini.

Banyak dari kita merasa malu bertingkah gila di saat muda. Sebagian merasa salah tempat, sebagian memang benar-benar salah tempat. Beberapa merasa takut akan dikatai, beberapa yang lain memang nyata-nyata dikatai oleh yang lain. Banyak yang merasa tidak pantas, banyak pula yang memang tidak pantas untuk dilakukan. Tetapi esensi dari bertingkah gila di sini adalah untuk memanusiakan manusia lainnya. Tentu kita semua pasti tahu batasan yang jelas kapan dan di mana kita bertingkah gila. Jika kita mengacu pada kata memanusiakan manusia. Sudah jelas tujuan utama di sini adalah menghasilkan kenangan. Kenangan, salah satunya didapat dari kebahagiaan. Kebahagiaan, salah satunya didapat dari tawa. Untuk menghasilkan tawa, tentu saja berasal dari kegilaan (read, salah satunya juga).

Pemuda pemudi di dunia ini bukanlah robot yang diprogram untuk hidup monoton dengan melakukan tiap aktivitas rutinnya berulang-ulang tanpa perasaan dan kenangan. Robot mampu melakukan tugas lebih dari manusia dan bahkan hampir semua robot lebih pintar dari kita. Tetapi robot tidak pernah sedikitpun bisa memiliki perasaan, setidaknya sedikit saja, rasa bahagia yang dimiliki manusia. Apalagi kelakuan menjadi โ€œgilaโ€.

Ingat-ingat kembali bagaimana tingkah kita dahulu. Pernah alay? Kita pasti tertawa melihat teman kita atau bahkan diri sendiri yang dulu alay dan histori nya masih ada di facebook. Pernah pose nyeleneh? Kita pasti tertawa melihat teman kita berpose nyeleneh di foto. Kedua contoh di atas akan secara spontan keluar dari binak kita dengan kata โ€œgilaโ€. Iya benar memang. Benar-benar gila kenangan manis yang dihasilkan. Bandingkan dengan yang biasa-biasa saja. Kenangannya tentu saja biasa-biasa saja bukan.

Intinya, jangan takut menjadi gila. Namun ingat batasan yang ada. Tak ada salahnya kok menjadi fokus tertawa, – bukan tertawaan, di antara sekeliling kita. Toh kita juga manusia biasa. Karena sumber kebahagiaan manusia adalah tangis dan tawa. Jika kita tak bisa senantiasa membuat manusia lain menangis haru, maka membuat manusia tertawa lepas adalah pilihan paling mudah untuk menghasilkan kebahagiaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s