Belajar Open Minded dari Beberapa Film Liar

Ingin rasanya saya mereview film-film terhebat dan paling membuka mindset saya akan dunia ini. Untuk perhatian saja, alangkah baiknya bagi teman-teman yang masih di bawah 18 jangan meneruskan membaca postingan ini. Bukan apa-apa, takutnya nanti malah jadi salah persepsi.

Film terkadang menyimpan beribu makna. Mengapa saya gemar sekali menonton sebuah film? Film tak ubahnya seperti mahakarya sang sutradara dalam menyampaikan suatu hal. Ada yang bagus dan mudah di terima akal, ada yang luar biasa dan harus dengan penuh pemikiran tertentu. Dan tentu saja banyak juga yang biasa-biasa saja. Jika music adalah pengantar pengetahuan melalui telinga dan perasaan. Maka film adalah jalan pengetahuan melalui mata dan pikiran.

Apa yang membuat sebuah film itu berarti? Bagi saya pribadi, esensi cerita yang baru dan diluar kehidupan normal adalah film terbaik, tentu harus dengan pembawaan yang baik. Berikut akan saya ulas film-film yang saya rekomendasikan bagi teman-teman yang berani open minded, tentu dengan tidak meninggalkan pegangan teguh yang telah menjadi prinsip dalam kehidupan teman-teman. Karena beberapa film ini adalah film “liar”

1. Life of Pi

Life of Pi adalah film kehidupan terbaik yang pernah saya tonton. Menemukan sebuah kepercayaan diri di mana letak Tuhan yang sebenarnya. Tanpa mengoyak kepercayaan saya akan Allah SWT sedikitpun, film ini memberikan gambaran seorang anak yang terombang-ambing kepercayaannya. Untuk menjadi seorang yang believer, sang tokoh utama ‘menjajal’ beberapa agama. Terlahir sebagai bagian dari Modernitas, atau atheis, dia mencoba mengenal Hindu terlebih dahulu. Lalu Kristus, Muslim, dan Yahudi. Esensi paling berarti dalam film ini tentu saja ketika perjalanan dia terombang-ambing lautan menemukan jati dirinya. Hanya penonton yang mampu mengartikannya dengan sendirinya. Apakah keputusan sang tokoh utama terhadap Theis dan Anti Theis.

Quote terbaik “Mempercayai banyak hal sekaligus sama saja tidak percaya akan apapun”

2. Flipped

Flipped sukses menyadarkan saya untuk senantiasa membuka dan mencoba melihat dari sisi lain lawan kita. Pasti ada alasan seseoang melakukan suatu hal. Entah itu baik atau buruk. Karena melihat dari sisi diri sendiri menimbulkan kegeoisan dan kesalahpahaman. Flipped mengisahkan dua orang remaja yang saling mencoba memahami satu sama lain. Diulas dan disampaikan dengan sempurna. Apa yang disampaikan Flipped senantiasa saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Memahami sifat dan apa yang sekiranya menjadi lawan komunikasi kita adalah hal yang harus kita lakukan untuk menempuh kehidupan yang baik dan sosialisasi yang hangat. Karena kesalahpahaman sering kali menimbulkan pertengkaran yang tidak pada tempatnya.

Qoute terbaik “Rerumputan hanyalah sebatas rumput. Bunga hanyalah sebatas bunga. Pohon hanyalah sebatas pohon. Sinar matahari yang menembus pepohonan hanyalah sinar. Tapi jika mereka digabungkan bersama, bisa jadi hal yang luar biasa”

3. Out in the Dark

Out in the Dark merupakan film timur tengah yang bagi saya membuat kembang kempis menontonnya. Film ini bersetting di Palestina dan Israel. Negara yang sedang berseteru hingga kini. Terlepas dari permasalahan Negara yang saling berseteru tersebut, terselip kisah cinta. Ah, rasanya biasa saja. Tetapi tunggu dulu. Kisah cinta ini dilakoni antara seorang Palestin yang notabene dekat dengan aturan agama yang ketat. Dan seorang Israel yang hidup dengan penuh kebebasan. Kisah cinta tak sampai se simple itu saja. Kisah cinta ini antara dua orang lelaki atau dengan kata lain gay. Tentu saja bisa dibayangkan konflik apa saja yang akan timbul. Yang bikin saya cukup betah dan tidak beranjak adalah film ini disampaikan dengan sopan. Karena mungkin memang di target untuk orang-orang umum. Ditambah film ini diproduksi oleh timur-tengah. Bukan Amerika yang mungkin lebih berani. Maka dari itu, adegan ciuman pun hanya seberapa. Lebih fokus akan perjuangan mereka. Film ini juga memiliki ending yang diluar dugaan. Jika film ini bertema LGBT, tentu saja akhirnya akan bersama. Tetapi film ini, sekali lagi, sesopan mungkin. Dan yang salah, tetaplah salah.

Quote terbaik “Biarlah cinta mencari jalannya masing-masing”

4. Don Jon

Siapa yang tak pernah menonton video porno? Hanya segelintir remaja mungkin. Menonton video porno pasti berakhir dengan perbuatan “itu” merupakan sebuah rahasia umum yang katanya tabu tapi terus saja dilakukan. Don Jon sukses mengangkat problematika remaja kekinian yang lebih asyik berporno ria. Sayangnya film ini besutan Amerika yang pastinya lebih “berani” mengambil adegan-adegan tertentu. Don Jon berhasil menyampaikan pesannya, apa yang ada di porno itu berbahaya dan lebih dari candu. Porno juga penuh tipu daya. Real Sex tidaklah sehebat itu, apalagi jika kita sering berporno. Maka real sex yang penuh dengan makna tidak akan pernah terjadi bersama pasangan kita. Bagaikan robot yang hanya melakukan “itu” saja tanpa ada rasa apapun.

Qoute terbaik “Temanku ada yang menggunakan heroin dan aku sering melihatnya. Dia bisa berhenti. Maka aku juga pasti bisa berhenti dari porno”

5. Mysterious Skin

Lebih berbahaya dari Out in the Dark dan Don Jon. Mysterious Skin hanya boleh ditonton bagi mereka yang benar-benar siap open minded. Jika tidak, maka laptop akan menjadi area tinju. (Hiperbola). Film ini sungguh amat pilu. Dua lelaki kecil hidup terombang ambing dalam lembah hitam. Bagaimana tidak? Masa kecil mereka dihancurkan oleh seorang guru olahraga yang tega melakukan hal tak senonoh. Mirip-mirip kasus yang sempat heboh di TV kita. Film ini diangkat oleh Amerika. Sudah pasti bisa membayangkan adegan apa saja yang akan muncul. Terlebih akibat ulah guru olahraganya itu, dua anak kecil ini bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih mengerikan. Ketika beranjak dewasa, satu dari mereka senantiasa menjual dirinya kepada para lelaki paruh baya untuk mendapatkan kepuasan yang tidak dia dapatkan seperti apa yang dilakukan guru olahraganya. Satu dari lainnya, menjadi down luar biasa hingga menjadi parno akan sesuatu yang sebenarnya tidak harus dia takuti. Karena ingatannya hilang atau entah tertimbun karena saking shock-nya akan perlakukan gurunya terhadapnya di masa kecil. Mungkin ada penjelasan psikologisnya kenapa bisa demikian.

Qoute terbaik – Saya tidak ingat quote terbaiknya. Tetapi adegan terbaik adalah di saat pemuda yang satu menenangkan pemuda yang lainnya ketika pemuda tersebut sadar apa yang sebenarnya terjadi dahulu – ketika ingatannya kembali.

Sudah, itu 5 film terbaik yang pernah saya tonton sejauh ini. Sungguh pilu menonton kesemuanya. Sebenarnya ada daftar lain. 3 Idiot, Habibie dan Ainun, dsb. Tapi tulisan ini sudah cukup panjang. Pesan saya ketika teman-teman menonton ini, tetaplah sabar dan senantiasa open minded. Karena jika tidak, ya lebih baik tidak usah ditonton.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s