Untuk 2014-ku, dan Untuk Semua Sahabatku

Merindukan kalian adalah salah satu hal paling menyebalkan dalam hidup. Menyebalkannya, kenapa saya harus merindukan orang-orang paling tidak jelas seperti kalian semua. Mulai dari tingkah laku sampai hal paling penting seperti pola hidup?

Sudah lama tidak post tulisan. Ya meskipun saya tahu juga pembaca blog ini entah siapa. Tapi kembali ke tujuan awal, blog ini bertujuan menceritakan tujuan hidup dan arah hidup penulisnya. Entah jelas atau tidak jelas. Seperti mottonya, “Sebuah catatan dan gambaran khusus arti sebuah perjuangan kehidupan yang begitu sulit”, blog ini mengincar para pembaca yang membutuhkan pengalaman dan motivasi dari orang yang seumuran karena fokus utama share tulisan ini adalah para pemuda dari 17-22 tahun.

Namun, kali ini, ijinkan saya menulis curhatan di akhir tahun, sebelum tahun 2014 ini berganti ke tahun 2015.

Di tahun 2014, sepanjang tahun ini, saya mengalami hal-hal yang luar biasa. Yang sangat mengesankan dalam hidup ini adalah pengalaman selama di Manado. Bersama seorang sahabat-sahabat dan manusia-manusia pilihan Tuhan untuk hidup saya pribadi. Mereka semua tak pernah membuatku kecewa. Mereka semua bagai pagar yang selalu saling mengokohkan diri satu sama lain, dengan saya sebagai apa yang mereka lindungi.

Hidup memang silih berganti. Begitu juga dengan kawan-kawan. Meski tanpa berjanjipun saya tak akan pernah melupakan mereka. Karena saya sadar, mereka semua bagai dedaunan rimbun yang pada mulanya mengayomi dari dekat. Membuat hidup ini begitu dingin dan sejuk. Nyaman dan sangat menyentuh jiwa. Ada pada saatnya mereka berguguran. Berguguran meninggal kehidupan nyata ini. Inilah sebuah perpisahan yang menyedihkan. Tetapi yang namanya dedaunan, selalu berguguran di dekat pohon. Menjadi pupuk kompos, yang pada akhirnya membantu pohon untuk tumbuh lebih besar lagi. Begitulah juga kawan-kawanku yang baik itu. Meski mereka telah gugur atau berpisah, mereka masih memberikan hal terbaiknya. Yaitu sebuah kenangan, pola hidup, pemikiran, dan banyak hal lagi. Yang membuat diri ini tetap kokoh dan lebih berbesar jiwa.

Bagaimana bisa saya melupakan kawan-kawan yang membantuku tumbuh. Ketika saya dalam kebahagiaan tertinggi ataupun kesusahan paling dalam, mereka selalu membuatku tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. Meninggalkan semua masalah dan kebahagiaan karena mereka semua begitu natural. Natural sekali sampai-sampai mereka bisa menciptakan kebahagiaan itu sendiri bersama saya. Dan bisa menciptakan kesedihan paling dalam bersama saya juga.

Saya mengingat mereka tanpa pamrih melakukan apapun untuk kebaikan bersama. Jika ada yang bertanya apa yang paling membuat saya bahagia bersama mereka. Maka akan saya jawab tawa dan canda. Dan saya harap tidak pernah ada yang bertanya apa yang membuat saya sedih. Hal yang paling membuat sedih dan bersalah, “Apa yang bisa aku lakukan untuk nya?”

Ya, pada akhirnya, perpisahan juga tiba. Saya percaya perpisahan ini bukan perpisahan nyata. Mereka kini menjadi pupuk dalam kehidupan. Apa yang mereka lakukan dan kenangan nya bersama diri ini menjadi hal paling hebat sejauh ini. Orang-orang culun, saling berpegangan tangan melawan dunia perantauan. Siapa yang bisa melupakan indahnya dunia perantauan? Jatuh bangunnya…

Bagai makanan yang tak pernah sedap jika tanpa bumbu. – Quote si Darma. Bumbu dalam persahabatan ini adalah canda dan bullyan itu. Merindukan kalian adalah salah satu hal paling menyebalkan dalam hidup. Menyebalkannya, kenapa saya harus merindukan orang-orang paling tidak jelas seperti kalian semua. Mulai dari tingkah laku sampai hal paling penting seperti pola hidup?

Sangat melankolis. Tetapi saya rasa semua orang punya sisi melankolis. Entah ini sikap bodoh atau heroik dengan menceritakan sisi melankolis ini. Yang terpenting tulisan ini, tak pernah bisa mewakili betapa indah 2014-ku dan betapa kerennya hidupku bersama semua sahabatku. Jika bertanya apakah saya sudah menatap kedepan, tentunya sudah. Saya harus bersosialisasi lagi dan mencari kehangatan dan rimbunan persahabatan lain. Bersama orang-orang baru yang sama hebatnya dengan kalian.

Karena sekali lagi, relasi hidup ini silih berganti, tetapi kenangan akan selalu abadi. Jika kalian datang kembali dalam hidup ini, apalagi yang bisa aku beri selain kenangan abadi dan bagian rasa manis dalam hidup ini. Karena hal terindah adalah memiliki kenangan yang abadi.

Di tag

Advertisements

4 thoughts on “Untuk 2014-ku, dan Untuk Semua Sahabatku

  1. Terima kasih karena telah membuat saya merasa begitu terkesan dikehidupan Anda. Dan terima kasih karena mau membuat tulisan yang sebenarnya ingin saya lakukan tapi tidak mampu karena membayangkan kesedihannya. Dan terima kasih lagi karena telah masuk dan ikut meramaikan dalam kehidupan saya, berbagi pengalaman,ilmu dsb yang perlu saya ketahui. Terima kasih dari umy ini yang suka maju mundur maju mundur cantik cantik 😀 . Semoga tulisan ini tak hanya kiasan semata, tapi akan terkenang selamanya. Semoga bertemu kembali Tn. Wijaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s