I’ve Got the Magic in Me

Semua orang punya magic nya sendiri. Dan semua orang harus mendapat magic itu. Magic yang di maksud adalah cara hidup yang unik untuk mencapai kesuksesan yang dia inginkan.

Sebelum muluk-muluk kita mencari tahu arti kata sukses. Alangkah baiknya kita mengenal diri sendiri dulu. Lagian, saya sendiri belum mengenal bentuk suskses yang sesungguhnya. Karena kesuksesan yang yang benar-benar jadi target saya, sampai saat ini belum saya gapai. Karena masih banyak hal yang harus saya lakukan untuk menggapainya.

Namun yang paling awal untuk itu semua, adalah mengenal diri sendiri.

Suatu perjalanan panjang, selalu di awali dengan langkah kecil pertama. Dan dalam kasus ini, langkah kecil pertama adalah mengatakan, “Siapakah saya?” Karena bahwasanya, mengenal diri sendiri adalah hal yang sangat penting untuk menentukan arah hidup kita. Hal yang akan diberikan pun tak main-main. Mulai dari menemukan potensi diri, harapan, arah, dan penghargaan diri. Sebelum membahas lebih jauh tentang bagaimana itu kesuksesan abadi sebagai akibat mengenal diri sendiri, kita bahas saja dulu mengenai mengenal diri sendiri.

Mari kita ambil contoh kasus dalam kehidupan sekolah.

Si A melihat nilai-nilai pelajaran si B selalu saja bagus. Kejadian selanjutnya, si A menanyakan bagaimana si B bisa sehebat itu, bagaimana pola belajar si B, dan bagaimana si B bisa memahami setiap pelajarannya. Si B pun menjawab dengan senang hati itu semua. Kemudian, hari berjalan hari, si A mengikuti pola belajar persis dengan si B. Namun tidak berhasil juga. Kemudian dengan entengnya, si A menyimpulkan “memang dari sononya si B pintar. Otak nya beda dengan saya”

Lihatlah fenoma di atas. Sangat sering sekali terjadi dikehidupan kita. Si A dengan tindakan bodohnya yang menghakimi diri sendiri lebih rendah dari si B. Inilah fenomena yang selalu terjadi dalam kehidupan kita dan harus kita ubah. Si A lupa, bahwa semua orang itu mampu, hanya saja, caranya saja yang berbeda. Menghakimi diri sendiri, seperti apa yang dilakukan si A, bukanlah hal yang baik. Justru membuat sebuah dinding besar, yang mana dinding tersebut menghalangi kita untuk mendapat kesuksesan. Dalam kasus di atas, sukses yang dimaksud adalah mendapat nilai-nilai yang lebih dari si B.

Kita tengok kembali, sebuah kata “I have got the magic in me”. Hal yang harus dilakukan si A adalah mendapatkan magicnya. Mendapatkan bagaimana pola belajar yang pas untuknya. Mendapatkan posisi di mana dirinya senyaman mungkin. Sedangkan, meniru pola atau magic nya si B, merupakan hal yang kadang keliru. Selanjutnya menimbulkan persepsi buruk yang bernama menghakami diri sendiri.

Si B menjawab, “saya kalau diterangkan guru, saya dengarkan saja. Hanya poin penting yang saya tulis. Pulang sekolah langsung tidur. Malam waktu jam belajar saya buka lagi pelajaran tadi. Saya ingat-ingat apa yang diterangkan guru dari poin penting yang saya catat tadi. Lalu saya tulis. Selesai itu tidur lagi. Saya tidak pernah belajar pelajaran untuk besok, toh besok juga sudah diajari sama gurunya.”

Pola belajar si B yang kita sebut magic inilah yang membuat si B sukses. Pasti kita ada yang setuju dan ada yang menganggap aneh pola belajar si B ini. Tapi magic setiap orang itu berbeda. Si B merasa nyaman dengan itu. Dan dia mengenal dirinya sendiri. Itulah pentingnya mengenal diri sendiri. Hal yang akan kita dapat adalah rasa nyaman. Dan rasa nyaman itu, akan mendatangkan keberhasilan-keberhasilan.

Nah, pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara mengenal diri sendiri itu?

Tentu dengan berspekulasi, melakukan banyak hal, dan mencari titik nyaman yang kita punya. Apabila kita merasa nyaman dengan aktifitas kita, itulah posisi di mana diri kita sebenarnya. Dan itulah saat yang tepat untuk menyimpulkan bahwasanya itulah diri kita. Apabila kenyamanan tersebut mendatangkan sebuah keberhasilan, itulah yang kita sebut mengenal diri sendiri.

Saya sendiri pernah mencoba beberapa pola belajar. Mulai dari hafalan mati, ternyata gagal. Lanjut ke sistem kebut semalam, ternyata membuat saya makin stress. Kemudian, belajar sepulang sekolah, ternyata membuat saya malas. Dan akhirnya, saya menemukan bahwa saya nyaman dengan pola belajar sedikit demi sedikit. Tapi rutin. Pulang sekolah baca ulang, malamnya mengerjakan PR yang diberikan tadi di sekolah. Dan tidak pernah belajar untuk pelajaran besok. Kalaupun ada ulangan, saya belajar saat subuh. Paling efektif dan paling nyaman, ketika saya melakukan belajar kelompok. Dan itu semua, berbeda dengan yang orang lain rasakan. Ada yang justru merasa risih dan tambah bingung jika belajar kelompok. Ada yang justru merasa nyaman belajar dengan music, dan sebagainya.

Tidak usah risaukan bagaimana cara teman-temanmu belajar. Tapi temukan lah cara mu sendiri.

Untuk itu, mulailah mencari magicmu sendiri. Dan selanjutnya katakan, “I have got the magic in me”. Untuk sama-sama meraih kata sukses yang saya, dan kita semua impi-impikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s