Hidupmu Susah atau Kau yang Melemah?

Banyak orang di dunia ini mengeluh akan kehidupan yang dijalaninya. Mengapa demikian? Karena hidup ini sangatlah susah untuk di jalani. Mengapa demikian? Karena jiwa ini terlalu kecil untuk memamahi besarnya arti sebuah kehidupan. Ada sebuah cuplikan yang mengatakan “Air gelas yang dituangi oleh beberapa tetes tinta, akan berubah menjadi keruh dan pekat. Sedangkan air laut yang dituangi oleh banyak sekali tinta, tidak akan merubahnya menjadi apapun” Mengapa demikian? Karena air ibarat jiwa kita, dan tinta ibarat masalah-masalah dalam hidup kita.

Terlalu banyak kata “mengapa demikian” untuk memahami betapa kompleksnya hidup ini.

Hidup tak ubahnya seperti sebuah roda yang berputar. Ah, rasanya terlalu mainstream quote yang seperti itu. Semua orang pasti pernah mendengar quote yang seperti itu. Tetapi jika saya akan coba tambahkan, sementara itu, kecepatan roda berputar sangat tergantung dengan seberapa kuat kita mengayuh. Dan semakin cepat roda berputar, semakin statislah hidup kita.

Agak sulit dipahami bukan?

Hidup tak ubahnya seperti roda yang berputar. Yang terkadang di atas. Terkadang di bawah. Fakta bahwa kehidupan ini selalu berubah diperkuat dengan pola kita terhadap rasa syukur yang kadang naik kadang turun. Ketika kita merasa bersyukur, kita merasa selalu di atas. Itulah posisi di mana kita berada di atas. Dan ketika kita merasa kekurangan, kita merasa selalu di bawah. Karena kita jauh dari rasa syukur. Itulah yang disebut-sebut sebagai posisi di bawah.

Di atas atau di bawah, sebenarnya tak pernah bisa kita ukur dengan materi keduniaan. Tetapi sangat bisa kita ukur dengan kedamaian jiwa. Lalu bagaimana mendapatkan kedamaian jiwa tersebut? Jawabannya adalah membuat hidup kita nampak statis. Apa hidup statis itu? Kok sangat susah dan berbelit-belit untuk dipahami?

Pahami dulu tentang kecepatan roda yang berputar. Seberapa kuat kita mengayuh mempengaruhi seberapa cepat roda kehidupan berputar. Mengayuh merupakan sebuah kondisi di mana kita mencoba memahami hidup dengan kekuatan kita. Membuat jiwa kita makin besar dan senantiasa menerima apa yang terjadi. Jiwa yang besar adalah jiwa yang selalu menerima kebaikan dengan syukur, dan menerima keburukan dengan sabar. Jiwa yang besar membuat kekuatan mengayuh kita makin besar. Dan membuat pula roda kehidupan semakin cepat berputar.

Dan semakin roda berputar dengan cepat, semakin statislah hidup kita.

Anggap saja sebuah permainan memutar air dalam gelas kemasan yang terbuka. Pasti kita pernah mencoba hal ini ketika kecil dulu. Yang kita ketahui dari eksperimen tersebut adalah fakta bahwa air tak akan pernah tumpah. Kita juga bisa coba dengan roda atau ban yang bekas yang terdapat ruang untuk menaruh suatu benda. Lalu masukkan batu atau benda padat lainnya keruang yang terdapat dalam ban tersebut. Kemudian gelindingkan dengan cepat. Maka batu akan nampak diam mengikuti putaran roda, tanpa peduli dengan gravitasi yang menariknya. Namun jika kita putar dengan pelan, air dalam gelas kemasan, atau batu dalam roda/ban tersebut, akan jatuh akibat gravitasi.

Batu atau air yang jatuh, menandakan jiwa kita yang sangat rapuh. Menggambarkan kita yang mudah jatuh jika berada di atas. Dan sulit sekali berada di atas apabila berada di bawah. Itu karena apa? Karena kita tidak sanggup memutarnya dengan kencang. Karena kita tak punya kekuatan untuk membuat hidup kita statis atau diam di tempat dalam sebuah kebahagiaan.

Kesimpulan yang bisa diambil. Seberapa susahnya hidup ini, apabila kita berjiwa besar, kita akan dalam kondisi di mana kita merasa bahagia. Kondisi bahagia membuat hidup selalu nampak mudah untuk dijalani. Entah itu di bawah, entah itu di atas. Kita tidak pernah merasakan bedanya. Yang kita tahu hidup ini selalu indah sebagai akibat kuatnya jiwa kita.

Jika kita merasa hidup ini susah, maka tanyakanlah pada diri sendiri, sudahkah kita berlapang dada, bersabar, dan bersyukur atas semua cerita yang diberikan Tuhan pada kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s