Teman yang Berbeda

Friends..

Little thing all you have to do with friends,

Is a big thing for all you have done with friends.

Entah betul atau salah tensis di atas. Saya menulis itu terinspirasi dari pengalaman saya semalam. Sebuah kejadian luar biasa, yang memiliki sisi positif dan negatif. Cerita ini menyangkut teman saya, tapi saya belum mendapat izin untuk membagi cerita luar biasa dia ke dalam catatan kehidupan ini. Maka dari itu, di tulisan ini saya akan membagi kesimpulan luar biasa dari pengalaman saya luar biasa kemarin.

Teman adalah hal luar biasa yang dikirimkan Tuhan untuk kita. Teman kadang bisa merangkul, tapi kadang pula menjotos kita dari depan, belakang, dan samping. Itu semua sebuah cerita yang kelak akan memberikan sebuah arti tertentu. Dan, itu semua adalah cara Tuhan untuk mengajari kita sebuah kedewasaan.

Menghadapi berbagai macam teman adalah hal yang biasa. Ayah saya selalu berkata, “Bertemanlah dengan siapapun, teman yang sebaik-baiknya hidupmu dan sejelek-jeleknya hidupmu pula”. Maksud dari kalimat di atas adalah membingungkan. Saya di suruh berteman dengan orang-orang yang baik, tapi saya juga dianjurkan oleh ayah saya untuk berteman dengan orang-orang yang buruk sifat dan keadaannya. Mengapa demikian?

Saya sudah mencoba berteman dengan siapapun. Tapi saya hanya bisa berteman dengan seorang yang suka menyendiri. Karena saya orangnya tidak suka bergerombolan kesana kemari. Ikut bergerombol dengan para orang yang ‘katanya’ agak buruk, membuat pengaruh terhadap diri saya semakin kuat. Maka dari itu saya mendekati dan berteman mereka satu persatu. Tidak dengan ikut gerombolan mereka. Saya takut tegerus arus.

Saya bisa belajar dari mereka banyak hal. Saya bisa belajar dari pengalaman-pengalaman buruknya untuk selanjutnya saya olah menjadi sebuah dinding besar bagi hidup saya. Kalau boleh berbagi, saya pernah mendengar curhatan dari seorang pemabuk, terskandal seksual, terskandal kekerasan, bahkan yang mungkin paling mengerikan bagi teman-teman adalah mendengarkan cerita hidup dari seorang gay atau lesbian.  Dan yang paling lucu adalah ketika di tembak cowok. Wah, saya harus menyikapinya dengan luar biasa hati-hati tanpa menghapus perteman ini.

Masa-masa SMA adalah masa-masa mencari semua yang aku butuhkan untuk pijakan hidup kedepannya. Ketika jadi pengurus OSIS dulu, saya dipercaya menjadi penasehat dan konseling internal untuk kasus teman-teman. Saya mendengar berbagai macam cerita hidup yang luar biasa liar dan menengangkan. Saya melihat mereka ketika menangis, menyesal, dan berputus asa. Tapi itu semua adalah stimulus saya untuk merangkul mereka, menemani mereka, dan menjadi penenang dalam setiap kasus mereka.

Apa pengalaman saya tadi malam?

Tadi malam saya tidak bisa tidur seharian karena seorang teman saya berada dalam masa sulit. Dia orang yang baik dan luar biasa peduli terhadap sesamanya. Hingga pagi hari akhirnya saya bisa bertemu dengan dia kembali dan menemaninya menyelesaikan masalahnya. Sungguh hal yang baru aku lihat dan rasakan. Begitu dia berusaha mengalah untuk menang dan menjaga ketenangan. Woohh.. Sikapnya yang keras kepala dan betekad bulat menunjukkan dia tak bisa dibelokkan dalam keadaan apapun. Dan itulah sebuah penyelesaian yang kita ambil.

Lalu bagaimana dengan teman-teman saya di sini? Di kelas Pajak 1C Balai Diklat Keuangan Manado?

Mereka unik. Sepanjang yang saya lihat dan saya bandingkan dengan pengalaman-pengalaman SMA, banyak dari mereka yang unik dan punya kasus pribadinya masing-masing. Ya, sotoy banget saya, tapi namanya juga menerka-nerka. Sikap dari teman-teman di sini berbeda antara yang satu dan lainnya, membuat hal-hal luar biasa terjadi setiap harinya di kelas kami. We friends, We belong here together, and We will finish this together.

Teman-teman yang membaca tulisan ini, alangkah bijaksananya jika kita selalu terbuka dengan siapapun. Jika kita betemu seorang yang menurut kata orang adalah sampah, mengapa kita harus menjauhinya? Kalau sampah, alangkah baiknya kita ambil, kita bersihkan, atau paling baik kita daur ulang untuk jadi barang guna pakai lagi. Begitulah teman, teman yang berbagai macam latar harus selalu kita rangkul.

Tapi kalau mereka mengganggu hidup pribadi kita, Kick aja kelaut!

Sekian friends, Terima Kasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s