Ingatlah seberapa besar harapanmu, maka kau akan berjuang
Ingatlah seberapa besar perjuanganmu, maka kau akan bersyukur
– Ryan Wijaya –

Kata-kata diatas sungguh dalam maknanya. Saya teringat kembali bagaimana saya berjuang untuk bisa di sini, di Manado, untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Namun apalah arti ini semua tanpa bersyukur? Sungguh nikmat Allah sangat-sangat luar biasa. Sungguh Allah telah membalas semua usaha saya dengan sedikit keajaiban dari beribu keajaiban.

Nama saya Ryan, ini adalah postingan pertama saya. Saya tertarik untuk coret-coret disini berkat teman saya yang luar biasa juga postingannya, si Fauzi. Saya sekarang menempuh pendidikan D1 Pajak di BDK Manado. Sungguh suatu hal yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya, Semua ini membuat saya ditempa menjadi orang yang kuat dalam menghadapi segala tantangan hidup. Di tambah, hal-hal luar biasa yang selalu terjadi setiap harinya disini.

Hidup itu suatu hal yang indah. Indah jika kita selalu menikmati setiap kebaikan dan keburukan yang dihadapkan pada diri kita. Semua hal yang telah tersusun ini, biasanya disebut sebagai skenario Tuhan. Apa yang kadang kita perjuangkan, tak membuahkan hasil yang kita harapkan. Tapi dengan bersyukur, semua membuahkan hasil yang sangat maksimal. Karena dengan bersyukur kita memahami indahnya rencana-rencana Tuhan akan hidup kita. Baik melalui keberhasilan, maupun melalui keberhasilan yang tertunda atau sering kita sebut kegagalan. Semuanya indah, benar-benar indah.

Saya dulunya seorang yang kurang bersyukur dalam segala hal. Saya selalu merasa nothing. Sebelum saya sadar pentingnya rasa syukur, hidup saya selalu tertekan di mana-mana. Keluarga, sekolah, masyarakat, teman-teman, seolah tidak pernah mengerti keadaan yang saya alami. Saya mengingat masa-masa bodoh itu. Masa-masa di mana hidup saya tanpa rasa syukur. Apa yang saya punya tak pernah saya syukuri. Selalu merasa kurang dan kurang. Apapun itu selalu merasa kurang. Beruntunglah saya, karena Tuhan dengan berbaik hati mengirimkan orang-orang luar biasa di hidup saya untuk memberikan pelajaran-pelajaran berharga dan memberikan sebuah kejadian yang luar biasa dalam hidup saya. Ketika saya, kala itu seorang siswa kelas 3 SMK, merasa benar-benar di bawah segala tekanan mulai dari sekolah, keluarga, dan sosial yang luar biasa. Dimulai dari situ, saya memahami ada yang salah dari diri saya. Dimulai dari situ saya berbenah. Pengalaman tersebut menyadarkan saya akan banyak hal, termasuk rasa syukur itu sendiri. Perjuangan lah yang membuat saya bersyukur. Bahwa Tuhan telah menyiapkan segalanya yang luar biasa.

Tapi friends, maukah kalian menghadapi masalah terlebih dahulu, hanya untuk membuat kalian sadar apa arti syukur itu? Saya rekomendasikan bersyukurlah saja terlebih dahulu tanpa harus diperingatkan oleh Allah.

Jika di atas membicarakan rasa syukur, lalu apa itu perjuangan?

Nah, perjuangan itu sendiri adalah hal yang sangat-sangat membuat kita merasa hidup. Banyak orang bilang, “Apa sih arti hidup tanpa perjuangan?”; Ya jawabannya tentu tidak ada artinya. Semua tau itu. Lalu apa hubungannya dengan rasa syukur?

Gini friends, ada dua timeline antara syukur dan perjuangan. Pertama berjuang dulu baru bersyukur. Kedua bersyukur dulu baru berjuang.

Dimulai dari bersyukur dulu baru berjuang. Rasa syukur mengantarkan kita untuk menikmati hidup. Dan hakikatnya manusia tak pernah merasa puas dengan hidup mereka. Dengan rasa syukur, terbentuklah sebuah dinding pembatas antara yang baik dan yang batil. Sifat tak pernah merasa puas itu akan manusia lampiaskan oleh perjuangan yang luar biasa untuk mencapai suatu hal. Dan dengan rasa syukur manusia akan terjaga dalam kebaikannya. Terbentuklah sebuah harapan yang tinggi, harapan yang diridhoi oleh Sang Pencipta. Harapan-harapan kebaikan dalam hidup. Lalu, manusia akan memperjuangkan hal itu. Penuh rasa syukur.

Selanjutnya berjuang baru bersyukur. Ini terjadi jika sebuah pencapaian yang luar biasa telah dicapai oleh suatu insan. Dengan rasa syukur, sikap sombong akan terhilang dari diri manusia. Friends akan mengingat kembali susahnya perjuangan yang telah dihadapi dalam mencapai suatu hal. Dengan rasa syukur, akan menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan tercela.  ketika kita sudah berada di top of the mount, kita akan sadar bahwa ada yang mengawasi kita. Yaitu Allah, karena apapun kedudukan kita, maupun di atas awan, itu semua masih di bawah naungan Allah Sang Maha Berkuasa atas segala sesuatunya.

Okedeh, sekian dulu postingan pertama saya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s